Android Pertama dengan Snapdragon 821 Dijual Rp 11 Juta di Indonesia

Asus resmi merilis Zenfone 3 di Indonesia. Peluncuran perangkat tersebut diadakan dalam sebuah acara bertajuk Zenvolution di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (7/9/2016).

Salah satu varian dari Zenfone 3, yakni Deluxe, boleh dikatakan cukup spesial. Pasalnya, Zenfone 3 Deluxe ini merupakan smartphone pertama di dunia yang dibekali dengan chipset Snapdragon 821.

Snapdragon 821 merupakan chipset teranyar dan terkencang yang dimiliki Qualcomm saat ini. Sampai berita ini ditulis pun, belum ada smartphone lain yang diketahui dibekali chipset tersebut.

“Zenfone 3 Deluxe merupakan smartphone pertama di dunia yang dibekali Snapdragon 821” ujar Jerry Shen kepada ratusan media dan undangan, termasuk reporter KompasTekno, Deliusno.

Selain itu, Zenfone 3 Deluxe dilengkapi dengan berbagai spesifikasi yang terbilang mentereng. Ponsel berukuran 5,7 inci Full HD ini dilengkapi dengan RAM super besar, yaitu 6 GB.

Kapasitas penyimpanan yang disediakan pun terbilang jumbo, yakni 256 GB. Jika belum puas, pengguna bisa menambah kartu microSD hingga 128 GB.

Selain itu, perangkat versi ini dilengkapi kamera utama 23 megapiksel, kamera depan 8 megapiksel, dan baterai kapasitas 3.000 mAh.

Bagi yang merasa versi tersebut terlalu tinggi, masih ada varian Zenfone 3 Deluxe lain yang dibekali dengan Snapdragon 820. Meski sama-sama menggunakan layar 5,7 inci Full HD dan RAM 6 GB, kapasitas penyimpanannya diturunkan menjadi 64 GB. Konfigurasi kamera dan baterainya masih sama dengan versi Snapdragon 821.

Jika kedua Zenfone 3 Deluxe masih terlalu tinggi, masih ada satu varian lagi yang lebih rendah lagi. Versi tersebut dilengkapi layar 5,5 inci Full HD, chipset Snapdragon 625, RAM 4 GB, dan media penyimpanan berkapasitas 64 GB.

Versi yang satu ini dilengkapi kamera utama 16 megapiksel, kamera depan 8 megapiksel, dan baterai 3.000 mAh. Ketiganya menjalankan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow dengan tampilan antarmuka ZenUI 3.0.

Asus Zenfone 3 Deluxe dengan Snapdragon 821 dijual Rp 11.099.000; Zenfone 3 Deluxe dengan Snapdragon 820 dijual Rp 9.099.000; dan varian dengan Snapdragon 625 dijual dengan harga Rp 6.099.000.

Ketiganya dijanjikan hadir sekitar bulan November hingga Desember mendatang.

Apple Watch Series 2 Resmi, Anti-air dan Dilengkapi GPS

Apple akhirnya merilis Watch generasi kedua, Series 2. Ada beberapa peningkatan signifikan pada arloji pintar tersebut.

Salah satunya, Watch seri 2 dilengkapi kemampuan waterproof resistant alias anti-air. Tak tanggung-tanggung, arloji tersebut bisa diajak menyelam hingga kedalaman 50 meter.

Apple Watch baru yang digadang-gadang lebih pintar ini juga disematkan GPS sendiri (built-in GPS). Ini berarti, pengguna bisa merekam jejak ketika lari, mendaki, dan bersepeda, tanpa harus bergantung pada iPhone.

Hal tersebut disampaikan Chief Operations Apple, Jeff Williams, dalam acara peluncuran yang diselenggarakan di Bill Graham Civic Auditorium, San Francisco, AS, pada Kamis (8/9/2016) dini hari WIB, seperti dipantau KompasTekno dari siaran livestreaming Apple.

“Perangkat ini benar-benar dikembangkan dari awal,” kata Williams di atas panggung acara.

Dari segi desain, tak terlalu banyak perubahan antara Watch generasi pertama dan yang baru. Keduanya masih mengusung desain elegan dengan layar kotak bersisian tumpul. Hanya, Apple menyediakan beberapa pilihan tali atau band baru.

Apple Watch Series 2 berjalan di atas sistem operasi terbaru watchOS 3. Jeroan Watch seri 2 mengandalkan prosesor dual-core teranyar, S2, yang diklaim lebih cepat 50 persen dari seri sebelumnya.

Grafisnya juga dua kali lebih tangguh dan mampu mengakomodasi tampilan yang lebih ramah mata. Selain itu, kecerahan layarnya pun ditingkatkan agar tetap bisa dilihat saat siang hari yang terik.

Kali ini, Apple masih meneruskan kerja sama dengan merek kawakan Hermes dalam mengakomodasi ragam tali. Selain itu, pabrikan Cupertino itu juga bermitra dengan Nike untuk memboyong Watch edisi spesial yang lebih diproyeksikan bagi pencinta olahraga.

Apple Watch Series 2 dibanderol senilai 369 dollar AS atau setara Rp 4,8 juta. Wearable tersebut sudah bisa dipesan mulai 9 September dan tersedia pada 16 September mendatang di beberapa negara.

iPhone 7 dan 7 Plus Diresmikan, Anti-air dan Nihil Colokan Audio

Setelah beberapa bulan dirumorkan, iPhone 7 akhirnya muncul ke permukaan. Apple resmi meluncurkan duo iPhone terbaru, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus dengan fitur anti-air dan nihil colokan audio 3,5 mm.

Kehadiran duet iPhone baru tersebut diumumkan oleh CEO Apple Tim Cook di Bill Graham Civic Auditorium, San Francisco, AS, pada Rabu (7/9/2016) pagi setempat atau Kamis (8/9/2016) dinihari WIB.

Peningkatan atau fitur yang pertama kali diumumkan adalah tombol Home baru yang didesain ulang dengan Force Touch yang lebih sensitif dan responsif.

“Home button” di iPhone bisa dikatakan “menghilang dari iPhone 7. Tidak ada lagi tombol Home lama yang nyata fisiknya dan bersifat mekanik.

Tombol Home di iPhone 7 kini menggunakan fitur yang dinamai Taptic Engine yang akan memberi respon balik saat ditekan. Pengguna juga akan merasakan vibrasi ketika ada pesan yang masuk atau notifikasi baru.

Seperti bocoran yang beredar, iPhone generasi terbaru dibekali kemampuan anti-air dan anti-debu dengan sertifikasi IP67. Artinya, iPhone 7 bakal tahan cipratan dan guyuran air hingga kedalaman maksimal satu meter.

Berikutnya, yang belakangan banyak mengundang kontroversi, yakni hilangnya “lubang colokan” atau port audio 3,5 mm. Apple resmi menanggalkan colokan audio tradisional dengan port Lightning yang selama ini menjadi port pengecasan.

Dengan demikian, pengguna iPhone 7 harus menghubungkan earphone lewat port Lightning atau secara nirkabel. Namun, Apple tetap menyediakan adaptor standar audio 3,5 mm untuk earphone/headphone pada setiap paket iPhone 7.

Menurut Senior Vice President Marketing Apple Phil Schiller, inovasi ini menunjukkan keberanian Apple untuk terus bergerak maju.

“Kuncinya adalah keberanian untuk melakukan hal baru yang lebih baik untuk kita semua,” ia menuturkan sebagaimana dipantau KompasTekno, Kamis dini hari, dari siaran langsung perilisan duet iPhone 7.

Kamera baru

Hal baru lainnya adalah lensa kamera 12 megapiksel yang kaya fitur pendukung. Masing-masing adalah stabilizer optik, enam elemen lensa, serta enam warna LED yang bakal menghasilkan gambar lebih natural pada malam hari.

Schiller sesumbar sensor kamera baru pada iPhone 7 bakal 60 persen lebih cepat dan 30 persen hemat energi.

Kemampuan kamera itu didukung image processor teranyar yang dikatakan menggunakan machine learning untuk membaca layar, mengatur fokus, exposure, dan warna gambar secara otomatis.

Khusus untuk iPhone 7 varian Plus, Apple membenamkan lensa ganda. Lensa kedua itu juga dibekali dengan sensor 12 megapiksel.

Lensa utama memberikan sudut pandang lebar dengan fitur piksel yang lebih besar. Sedangkan lensa lainnya dipakai sebagai tele-photo. Hasilnya, warna foto akan lebih tajam dan mampu mengakomodir dua kali optical zoom serta sepuluh kali software zoom.

“Semua fitur kamera ini benar-benar baru,” kata Schiller.

Selanjutnya, sistem operasi iOS 10 yang terbenam pada iPhone 7 mendukung format gambar RAW agar pengguna bisa mengedit jepretan tanpa menghasilkan gambar pecah. Pewarnaannya juga lebih kaya.

Beralih ke kamera depan, iPhone 7 dirasa cukup dengan lensa 7 megapiksel yang juga dilengkapi stabilisator gambar seprti kamera utamanya.

9 September, iPhone 7 dan 7 Plus Sudah Bisa Dipesan

Duo smartphone terbaru Apple, iPhone 7 dan 7 Plus, resmi meluncur pada Kamis (8/9/2016) dinihari WIB. Secara berurutan, masing-masing mengusung layar 4,7 inci dan 5,5 inci.

Pantauan KompasTekno dari siaran langsung acara peluncuran, iPhone 7 dan 7 Plus sudah bisa mulai dipesan (pre-order) pada 9 September mendatang di beberapa negara.

Sejumlah negara mendapat giliran pertama mendapatkan duo iPhone 7 tersebut. Negara-negara di benua Asia yang tercatat di barisan awal, yaitu Singapura, Taiwan, China, dan Hong Kong.

Negara-negara lainnya adalah sebagai berikut, Australia, Austria, Belgia, Kanada, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Irlandia, Italia, Jepang, Luxembourg, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Puerto Rico, Spanyol, Swedia, Swiss, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, pengiriman untuk pemesan awal akan dilakukan mulai 16 September. Pada tanggal yang sama, iPhone 7 dan 7 Plus mulai dijual di gerai-gerai resmi Apple.

Bersamaan, Apple Watch generasi kedua juga mulai dipasarkan ke jaringan ritel Apple. (Baca: Apple Watch Series 2 Resmi, Anti-Air dan Dilengkapi GPS)

Belum jelas kapan iPhone 7 dan 7 Plus masuk ke Tanah Air. Jika berkiblat pada sejarah sebelumnya, lini Apple relatif lama sampai ke Indonesia, bisa sampai setengah tahun. (Hanya Tuhan dan Apple yang Tahu Kapan iPhone SE Dijual di Indonesia)

Bahkan, iPhone 6s dan 6s Plus keluaran September tahun lalu dan iPhone SE rilisan Maret lalu saja masih belum bisa dibeli resmi oleh pengguna di Nusantara. (Baca: Apple Akhirnya Bisa Jualan iPhone di Indonesia)

Yang jelas, patokan harga iPhone 7 di AS dibanderol mulai 649 dollar AS atau setara Rp 8,5 juta. Sementara varian iPhone 7 Plus dipatok mulai 769 dollar AS atau Rp 10 juta.

Perbedaan harga itu tergantung kapasitas memori yang dipilih. Paling kecil 32 GB, lalu 128 GB, hingga 256 GB. Tak ada lagi varian 16 GB dan 64 GB. Anda juga diberi opsi lima warna, yakni silver, gold, rose gold, black, dan jet black.

Baca: Berapa Harga iPhone 7 dan 7 Plus?

Ada 10 pembaruan yang digarisbawahi Apple pada duet flagship teranyarnya. Beberapa yang paling signifikan adalah fitur anti-air bersertifikasi IP67, lensa kamera ganda pada varian Plus, serta penghapusan port audio 3,5mm.

“Kami selalu ingin memberikan yang terbaik,” kata SVP Marketing Apple, Phil Schiller, di atas panggung peluncuran di Bill Graham Civic Auditorium, San Francisco, AS.

Berapa Harga iPhone 7 dan 7 Plus?

Apple resmi memperkenalkan dua lini smartphone andalannya, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Dari atas panggung peluncuran di Bill Graham Civic Auditorium, San Francisco, AS, SVP Marketing Apple Phil Schiller menjabarkan sejumlah keunggulan duet tersebut.

Peningkatan tersebut bisa ditilik dari segi desain, performa, kamera, dan ketahanan fisik, sebagaimana dipantau KompasTekno, Kamis (8/9/2016) dari siaran langsung perilisan duet iPhone 7.

Beberapa highlight sebenarnya sudah terungkap melalui berbagai bocoran. Misalnya saja fitur anti-air dan anti-debu bersertifikasi IP67. (Baca: 12 Kemampuan yang Diramal Ada di iPhone 7)

Selain itu, kamera lensa ganda pada varian Plus untuk menangkap warna gambar yang lebih kaya dan tajam. Untuk itu semua, Apple mematok harga yang relatif bersahabat.

iPhone 7 yang memiliki layar 4,7 inci dibanderol mulai 649 dollar AS atau setara Rp 8,5 juta. Sementara varian iPhone 7 Plus dengan layar 5,5 inci dipatok mulai 769 dollar AS atau senilai Rp 10 jutaan.

Patokan harga itu lebih murah ketimbang iPhone 6s dan 6s Plus keluaran September 2015. Pada peluncurannya, duet tersebut masing-masing dibanderol mulai Rp 9,2 juta dan Rp 10,7 juta. (Baca: Berapa Harga iPhone 6S dan 6S Plus?)

Duet iPhone teranyar masing-masing tersedia dalam tiga pilihan memori, dari 32GB, 128GB, hingga 256GB. Varian warnanya ada lima, yakni silver, gold, rose gold, dark black sebagai pengganti space gray, dan jet black.

Berikut daftar lengkap harga iPhone 7 dan iPhone 7 Plus, seperti dirangkum KompasTekno dari situs Apple Amerika Serikat:

iPhone 7

– Versi 32 GB dengan harga 649 dollar AS (sekitar Rp 8,5 juta)
– Versi 128 GB dengan harga 749 dollar AS (sekitar Rp 9,8 juta)
– Versi 256 GB dengan harga 849 dollar AS (sekitar Rp 11,1 juta)

iPhone 7 Plus

– Versi 32 GB dengan harga 769 dollar AS (sekitar Rp 10 juta)
– Versi 128 GB dengan harga 869 dollar AS (sekitar Rp 11,3 juta)
– Versi 256 GB dengan harga 969 dollar AS (sekitar Rp 12,7 juta)

Intel Akuisisi Pembuat Prosesor untuk Drone

Awal minggu ini, raksasa chip Intel mengumumkan akuisisi atas Movidius, sebuah pabrikan kecil yang bergerak di bidang pembuatan prosesor pengolah visual untuk drone dan perangkat virtual reality.

Produk buatan Movidius yang memiliki 180 orang karyawan dipakai di produk-produk bikinan Lenovo, DJI, dan Google. Produk chip terbarunya, Myriad 2 yang hanya berukuran sebesar kuku jari, sanggup memproses beberapa streaming video secara bersamaan.

Intel berharap kemampuan chip Movidius tersebut disa dipadukan dengan teknologi kamera RealSense besutannya.

“Kemampuan untuk melacak, bernavigasi, memetakan, dan mengenali lingkungan berikut obyek-obyek dengan chip Movidius yang irit daya dan berkinerja tinggi membuka peluang baru di area yang mementingkan soal bentuk, daya tahan baterai, dan suhu,” sebut Senior VP grup teknologi Intel, Josh Walden, dalam sebuah pernyataan yang dikutip KompasTekno dari Recode, Kamis (8/9/2016).

“Kami ingin menggunakan teknologi (Movidius) di bidang augmented, virtual dan merged reality, berikut drone, robotika, kamera sekuriti digital, dan banyak lagi,” tambah dia.

Informasi spesifik mengenai perjanjian antara Intel dan Movidius belum diungkap lebih lanjut. Proses akuisisi diharapkan akan rampung tahun ini.

Sony Perkenalkan PS4 Pro dan PS4 “Slim”, Harganya?

Minggu ini, hampir tiga tahun setelah kemunculan perdana PlayStation 4 (PS4), Sony meresmikan dua varian tambahan dari konsol game populer tersebut,

Varian pertama adalah PlayStation 4 Pro (sebelumnya dikenal dengan sebutan Neo), sementara varian kedua merupakan versi lebih tipis dari PS4 orisinal.

Sesuai namanya, PS4 Pro merupakan bagian dari keluarga konsol game PS4. Hanya saja, ia mampu menyalurkan keluaran video 4K dan HDR karena dibekali hardware yang lebih bertenaga dibanding PS4 orisinal.

“PS4 Pro tidak ditujukan untuk mengaburkan batas antara generasi-generasi konsol. Tujuannya adalah mengangkat pengalaman PS4 ke level baru,” ujar Chief Architect Sony PS4, Mark Cerny, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Kamis (8/9/2016).

Di dalam, PS4 Pro dibekali GPU baru dengan kinerja mencapai 4,2 teraflop, juga CPU AMD “Jaguar” yang diperbarui untuk mendukung fungsi 4K, HDR, juga Virtual Reality (VR).

PS4 Pro yang memiliki kapasitas harddisk standar sebesar 1 TB diklaim Sony memiliki performa dua kali lebih tinggi dari PS4 original.

Harga PS4 Pro dipatok di kisaran 399 dollar AS (Rp 5,2 juta). Perangkat ini akan diluncurkan ke pasaran pada 10 November mendatang.

PlayStation 4 “Slim”

Adapun varian baru kedua, PS4 “Slim”, memiliki bentuk fisik yang lebih ramping dari konsol PS4 original. Konsepnya mirip dengan Xbox One S yang merupakan versi tips Xbox One.

PS4 “slim” turut dibekali controller DualShock 4 gaya baru dengan garis lampu yang kini terlihat dari depan.

Sony mengklaim bahwa fisik PS4 “slim” 30 persen lebih kecil dibandingkan PS4 original, sementara konsumsi dayanya 28 persen lebih irit.

PS4 “Slim” menghilangkan port optical audio jack di bagian belakang. Perubahan kosmetik lain termasuk ruang yang lebih lega untuk konektor US di sisi depan.

Selain beberapa perubahan di atas, spesifikasi PS4 “slim” sama dengan PS4 original. Konsol ini turut menyediakan pilihan kapasitas harddisk 500 GB dan 1 TB.

PS4 “Slim” bakal dijual dengan harga 299 dollar AS atau sekitar Rp 3,9 juta saat mulai meluncur pada 15 September medatang. Rencananya, PS4 “Slim” bakal menggantikan PS4 orisinal di pasaran.